|
Masjid SDIT Nahwa Nur
31 Oktober 2025 Oleh : Septyan Ady Kurniawan Kegiatan hari ini sangat berkesan, aktivitasnya dimulai dengan Dongeng bersama Kak Izul, salah satu talent story di komunitas bercerita Jakarta, pernah tampil di saluran televisi dan keluarga besar tokoh Indonesia. Dongeng tersebut bercerita tentang seorang anak bernama Ahmad, hafal Al-Qur'an sejak kecil, tinggal di Palestina dan merasakan langsung kekejaman Israel terhadap penduduk disana. Ayah Ahmad adalah seorang pejuang dan orangtua yang bijaksana dan senantiasa menasehati Ahmad, salah satu nasihatnya adalah, "jagalah Al-Qur'an, maka Allah akan menjagamu." Dalam cerita dijelaskan bahwa hari itu Ahmad di sekolah bersama teman dan gurunya. Sesaat kemudian pesawat tempur Israel melewati atap sekolah dan menjatuhkan bom hingga sekolah porak poranda. Dongeng tersebut dibawakan dengan sangat baik dan mampu memainkan emosi murid, terutama ketika Kak Izul bercerita tentang bagaimana Ahmad harus kehilangan kedua orang tuanya. Dalam dongeng yang penuh nasihat tersebut, terangkum tiga nasihat khusus murid SDIT Nahwa Nur, pertama, senantiasa sayangi ayah dan bunda, kedua, jadilah penghafal Al-Qur'an dan ketiga, selalu mendoakan kebaikan untuk saudara di Palestina. Pekan Bahasa, Upaya Wujudkan Cinta Palestina
Pekan bahasa adalah kegiatan tahunan SDIT Nahwa Nur yang bertujuan untuk memperkaya literasi murid dalam hal-hal tertentu yang menjadi kebutuhan mereka untuk masa kini dan di masa yang akan datang. Kegiatan tersebut dimaksudkan agar murid lebih termotivasi untuk menambah literasinya melalui serangkaian aktivitas-aktivitas seperti, membaca, menulis, bercerita dan menyimak dongeng. Pekan Bahasa tahun ini bertujuan agar murid dapat berusaha meningkatkan listerasi tentang kondisi warga Palestina dan alasan mengapa mereka harus dibela serta penjelasan historis lainya yang memperkuat literasi murid. Pekan bahasa insyaa Allah dimulai tanggal 27-31 Oktober 2025 dan melibatkan seluruh murid dari kelas 1-6. Hari pertama diisi dengan aktivitas opener (pembuka) yaitu mengamati video terkait palestina. Sekolah juga menghimbau kepada seluruh guru juga murid untuk mengenakan atribut palestina selama sepekan dan medorong guru agar senantiasa menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan Palestina melalui pembelaran baik di kelas maupun di luar kelas. Dalam semangat tema “Meraih Ilmu dengan Cahaya Islam”, siswa kelas 4–6 SDIT Nahwa Nur melaksanakan kegiatan field trip edukatif ke beberapa destinasi inspiratif di Taman Mini Indonesia Indah. Kunjungan ini menjadi ajang belajar di luar kelas yang penuh makna, menggabungkan pengetahuan sains, budaya, dan nilai-nilai Islam dalam satu perjalanan berkesan. Dengan antusiasme yang tinggi, para siswa diajak menjelajahi Sky World, Museum IPTEK, dan Baitul Qur’an, sambil menumbuhkan rasa syukur atas kebesaran ciptaan Allah SWT.
Di Sky World, siswa diajak mengenal keajaiban luar angkasa, mempelajari sistem tata surya, dan menyaksikan simulasi planetarium yang membuka wawasan tentang kebesaran alam semesta. Lanjut di Museum IPTEK, mereka belajar melalui eksperimen interaktif yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat inovasi. Tak kalah penting, kunjungan ke Baitul Qur’an memberikan sentuhan spiritual yang menyeimbangkan antara ilmu dunia dan ilmu akhirat, mengingatkan bahwa sumber segala pengetahuan sejati berasal dari Allah SWT. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter cinta belajar dan keimanan yang kuat. Sejalan dengan pesan Rasulullah SAW: “Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim) Kegiatan field trip ini menjadi bukti nyata bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, penuh makna, dan bercahaya oleh nilai-nilai Islam. |